Sebelum tergigit hewan/pre-eksposur, vaksin rabies diberikan dengan 3 dosis dasar dan 2 dosis booster.
Dosis I : sekarang
Dosis II : 7 hari setelah dosis I
Dosis III : 28 hari setelah dosis I
Dosis IV : 1 tahun dari dosis I (booster)
Dosis V : 5 tahun dari dosis I (booster)
Setelah tergigit hewan, Vaksin rabies dapat diberikan untuk mencegah penyakit Rabies:
Gigitan derajat I dan II dapat 5 dosis
Dosis I : secepatnya setelah gigitan / cakaran
Dosis II : 3 hari setelah Dosis I
Dosis III : 7 hari setelah Dosis I
Dosis IV : 14 hari setelah Dosis I
Dosis V : 28 hari setelah Dosis I
Gigitan derajat III dapat 5 dosis + Imunoglobulin
Dosis I : secepatnya setelah gigitan + Imunoglobulin
Dosis II : 3 hari setelah Dosis I
Dosis III : 7 hari setelah Dosis I
Dosis IV : 14 hari setelah Dosis I
Dosis V : 28 hari setelah Dosis I
Demam, menggigil, nyeri kepala, nyeri otot, mual, nyeri perut,
dan bengkak kemerahan pada lokasi suntikan
Tiap 1 dosis (0,5 ml) mengandung:
Dextran 40 15 mg/Rabies Virus 2.5 [IU]/0.5 mL
human plasma Albumin
4% sodium chloride solution
Pra-Paparan :
Hipersensitivitas terhadap salah satu komponen vaksin
Riwayat alergi berat terhadap vaksin Rabies sebelumnya
Pasca-Paparan:
Oleh karena infeksi rabies umumnya menyebabkan kematian, maka tidak ada kontraindikasi terhadap vaksinasi kuratif.
Vaksinasi sebaiknya ditunda pada individu yang mengalami demam atau infeksi akut
Imunoglobulin dan vaksin rabies tidak boleh diberikan pada 1 lokasi suntik yang sama
Pemeriksaan serologi RFFIT (Rapid Flourescent Focus Inhibition Test) harus dilakukan pada individu yang terpapar terus menerus (setiap 6 bulan) dan mungkin dilakukan setiap 2-3 tahun setelah dosis booster dari setelah 1 dan 5 tahun terpapar.