Konsultasikan kebutuhan vaksin anda dengan klik tombol di sini

Konsultasikan kebutuhan vaksin anda dengan klik tombol di sini

NUSAGARD (Vaksin HPV 4S)

Vaksin HPV Kuadrivalen untuk anak, dewasa, dan lansia

Rp. 750.000 ,-

Telusuri Vaksin Lainnya

Manfaat

  • Mencegah infeksi Human Papillomavirus tipe 6, 11, 16, dan 18.
  • Infeksi HPV menular melalui kontak langsung kulit atau hubungan seksual.
  • Infeksi HPV menyebabkan nyeri panggul.
  • Infeksi HPV menyebabkan keputihan berbau.
  • Infeksi HPV menyebabkan perdarahan vagina yang tidak normal terutama setelah behubungan intim.
  • Infeksi HPV menyebabkan nyeri saat berhubungan intim.
  • Infeksi HPV menyebabkan perdarahan vagina setelah menopause.
  • Infeksi HPV tipe 16 dan 18 menyebabkan kanker leher rahim, kanker vagina, ataupun kanker vulva. Vaksin HPV mencegah hampir 90% dari kanker tersebut. Infeksi HPV tipe 6 dan 11 sering menyebabkan kutil kelamin pada laki-laki.

Jadwal Vaksin

Jadwal Vaksinasi / Imunisasi GARDASIL untuk Anak Sesuai Jadwal Rekomendasi IDAI

  • Usia 9-14 tahun : diberikan 2 dosis dengan interval 6-15 bulan.
  • Usia 15-45 tahun : diberikan 3 dosis dengan interval 0, 2, dan 6 bulan.

Jadwal Vaksinasi / Imunisasi GARDASIL untuk Dewasa
Diberikan 3 dosis dengan interval 0, 2, dan 6 bulan.

Jadwal Vaksinasi / Imunisasi GARDASIL untuk Lansia
Diberikan 3 dosis dengan interval 0,2,6 bulan. Sebaiknya vaksinasi HPV diberikan sebelum usia 55 tahun.

Efek Samping Vaksinasi

Demam, pusing, sakit kepala, mual, nyeri, kemerahan, dan bengkak pada area suntikan.

Komposisi Vaksin

Tiap 1 dosis (0,5 ml) mengandung:

  • L1 protein HPV tipe 6
  • L1 protein HPV tipe 11
  • L1 protein HPV tipe 16
  • L1 protein HPV tipe 18
  • Adjuvan amorphous alumunium hydroxyphosphate sulphate
  • natrium klorida
  • L-histidine
  • Polysorbate 80
  • Natrium borat

Kontradisi Vaksin

  • Hipersensitivitas terhadap salah satu komponen vaksin.
  • Riwayat alergi terhadap vaksin HPV sebelumnya.

Perhatian Khusus Vaksin

  • Vaksinasi sebaiknya ditunda pada individu yang mengalami demam atau infeksi akut.
  • Vaksinasi bersamaan dengan skrining kanker serviks atau pap smear akan mengurangi resiko kanker serviks lebih lanjut.
  • Vaksinasi HPV tidak dapat memperbaiki lesi kanker yang sudah ada.
  • Individu dengan terapi immunosupresif kuat, cacat genetik atau HIV mungkin tidak memberikan respon terhadap vaksin.

Konsultasikan kebutuhan vaksin anda dengan klik tombol di sini