Konsultasikan kebutuhan vaksin anda dengan klik tombol di sini

Konsultasikan kebutuhan vaksin anda dengan klik tombol di sini

SPEEDA

Vaksin Rabies untuk anak, dewasa dan lansia

Rp 440.000,-

Telusuri Vaksin Lainnya

Manfaat

  • Mencegah Penyakit Rabies yang dapat terjadi melalui gigitan / cakaran dari hewan yang terinfeksi rabies.
  • Vaksin rabies direkomendasikan untuk individu yang memiliki risiko tinggi seperti dokter hewan atau pekerja kebun binatang
  • Penyakit rabies menyebabkan gangguan pada sistem saraf pusat.
  • Pada awalnya dapat tidak bergejala, dalam beberapa minggu atau bulan dapat menimbulkan kelemahan otot menyeluruh, demam, sakit kepala.
  • Infeksi Rabies jika dibiarkan dapat mengakibatkan gangguan kesadaran, halusinasi, takut akan air dan sulit tidur.

Jadwal Vaksin

Sebelum tergigit hewan/pre-eksposur, vaksin rabies diberikan dengan 3 dosis dasar dan 2 dosis booster.
Dosis I : sekarang
Dosis II : 7 hari setelah dosis I
Dosis III : 28 hari setelah dosis I
Dosis IV : 1 tahun dari dosis I (booster)
Dosis V : 5 tahun dari dosis I (booster)

Setelah tergigit hewan, Vaksin rabies dapat diberikan untuk mencegah penyakit Rabies:
Gigitan derajat I dan II dapat 5 dosis
Dosis I : secepatnya setelah gigitan / cakaran
Dosis II : 3 hari setelah Dosis I
Dosis III : 7 hari setelah Dosis I
Dosis IV : 14 hari setelah Dosis I
Dosis V : 28 hari setelah Dosis I

Gigitan derajat III dapat 5 dosis + Imunoglobulin
Dosis I : secepatnya setelah gigitan + Imunoglobulin
Dosis II : 3 hari setelah Dosis I
Dosis III : 7 hari setelah Dosis I
Dosis IV : 14 hari setelah Dosis I
Dosis V : 28 hari setelah Dosis I

Efek Samping Vaksinasi

Demam, menggigil, nyeri kepala, nyeri otot, mual, nyeri perut,
dan bengkak kemerahan pada lokasi suntikan

Komposisi Vaksin

Tiap 1 dosis (0,5 ml) mengandung:
Dextran 40 15 mg/Rabies Virus 2.5 [IU]/0.5 mL
human plasma Albumin
4% sodium chloride solution

Kontradisi Vaksin

Pra-Paparan :
Hipersensitivitas terhadap salah satu komponen vaksin
Riwayat alergi berat terhadap vaksin Rabies sebelumnya

Pasca-Paparan:
Oleh karena infeksi rabies umumnya menyebabkan kematian, maka tidak ada kontraindikasi terhadap vaksinasi kuratif.

Perhatian Khusus Vaksin

Vaksinasi sebaiknya ditunda pada individu yang mengalami demam atau infeksi akut
Imunoglobulin dan vaksin rabies tidak boleh diberikan pada 1 lokasi suntik yang sama

Pemeriksaan serologi RFFIT (Rapid Flourescent Focus Inhibition Test) harus dilakukan pada individu yang terpapar terus menerus (setiap 6 bulan) dan mungkin dilakukan setiap 2-3 tahun setelah dosis booster dari setelah 1 dan 5 tahun terpapar.

Konsultasikan kebutuhan vaksin anda dengan klik tombol di sini